
andini indah fajarwati. 18. industrial engineering '11 ITENAS. enjoy with my life like the others.
this I post everything about my world. you can keep in touch at fb : andini indah and at twitter : @andiniandinii. go on,enjoy it!:)
♥?
Photo Courtesy: icanread
-Pas mau semester baru:
-Setelah Minggu pertama:
-Setelah Minggu kedua:
-Sebelum UTS:
-Selama UTS:
-Setelah UTS:
-Sebelum UAS:
-Pas liat jadwal UAS:
-7 hari sebelum UAS:
-6 hari sebelum UAS:
-5 hari sebelum UAS:
-4 hari sebelum UAS:
-3 hari sebelum UAS:
-2 hari sebelum UAS:
-1 hari sebelum UAS:
-Malam sebelum UAS:
-1 jam sebelum UAS:
-Pas UAS:
-Pas keluar dari ruang ujian:
-Setelah UAS, selama liburan:
(Kiriman dari sis Fifi Afifah)
(via okyfza)
terinspirasi dari psotingan nisa yang baru saya baca. postingannya tentang bapak bapak penjual koran yang ada di unpad. berbeda dengan kisah itu,setiap pagi didepan kawasan gerbang itenas duduklah seorang bapak bapak tua yang beranjak dewasa menjadi kakek kakek. bapak bapak tua itu selalu menyodorkan mangkok kecilnya sebagai wadah receh para pejalan kaki. mengemis,ya pekerjaan setiap pagi bapa ini adalah mengemis. awalnya karna merasa iba,saya terkadang memberikan receh kepada bapa yang selalu nongkrong setiap pagi ini. baju lusuh dengan muka yang memelas membuat rasa keibaan saya terpancing. tapi pada suatu pagi,udara kota bandung terasa lebih dingin karna hujan gerimis yang turun. pagi itu saya agak terlambat untuk datang ke kampus. dan dengan ketidaksengajaan saya melihat si bapak itu sedang merokok sambil tetap menyodorkan mangkok kecilnya. entah kenapa melihat kejadian ini saya tercengan ditempat. miris melihatnya. si bapak itu duduk terbujur lemah lunglai dan tak berdaya sambil menyodorkan mangkoknya tapi tangan seblahnya memegang rokok yang dia hisap. saya pikir untuk mencari makan saja dia sudah susah,apalagi untuk mendapatkan kesenangan lainnya,tapi ternyata pemikiran itu salah untuk kasus ini. dari kejadian itu saya berpikir bahwa ini sebenarnya salah pemerintah yang mengakibatkan terlalu banyak pengangguran atau memang salah individu individu masing masing ya tidak ada niat untuk berusaha. tapi apapun itu,semoga kejadian dan orang orang seperti bapak itu semakin berkurang populasinya. dan semenjak kejadian itu saya tidak pernah lagi memberinya receh. kasian memang,dan berasa ga tega,setiap saya lewat daerah situ pagi pagi,pasti aja si bapa udah masang muka memelas dan menyodorkan mangkoknya. tapi maaf pak!saya udah terlanjur ilfeel pak :) hehe
Photo Courtesy: dopepictures